Pringsewu – Potensi bentrokan berdarah antar kelompok remaja di Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Pajaresuk, Kabupaten Pringsewu, berhasil digagalkan aparat kepolisian pada Sabtu dini hari (14/3/2026). Dalam operasi cepat tersebut, polisi menemukan sejumlah senjata tajam hingga bom molotov yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.
Peristiwa bermula sekitar pukul 01.30 WIB ketika personel pengamanan Idul Fitri yang berjaga di Pos Pengamanan Pendopo menerima laporan warga mengenai adanya sekelompok remaja yang berkumpul dan diduga hendak melakukan tawuran di kawasan Jalinsum Pajaresuk.
Mendapat laporan tersebut, petugas yang dipimpin Kapospam Pendopo Ipda Fahrizal langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penertiban.
Namun saat polisi tiba, para remaja yang diduga hendak terlibat tawuran langsung panik dan melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun sempat terjadi, tetapi para pelaku berhasil kabur meninggalkan sejumlah barang bukti di lokasi.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan empat bilah celurit besar atau klewang, satu bilah parang, dua bom molotov, satu gear motor yang diikat dengan kain yang diduga akan dijadikan senjata, serta dua kembang api berukuran besar.
Selain itu, empat unit sepeda motor yang ditinggalkan para remaja saat melarikan diri juga turut diamankan petugas.
Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolsek Pringsewu Kota untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap para remaja yang terlibat dalam rencana tawuran tersebut.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra melalui Kasi Humas AKP Priyono menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti serius kejadian tersebut.
Menurutnya, aksi tawuran yang melibatkan senjata tajam bahkan bahan peledak tidak bisa lagi dianggap sebagai kenakalan remaja semata.
“Ini sudah sangat berbahaya karena menggunakan senjata tajam bahkan bahan peledak yang bisa membahayakan keselamatan orang lain,” tegas AKP Priyono.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya jajaran Polres Pringsewu telah mengamankan sedikitnya delapan remaja dalam kasus tawuran serupa dengan membawa senjata tajam.
Priyono menilai kejadian berulang ini menjadi alarm serius bahwa sebagian remaja masih mengabaikan upaya pencegahan yang selama ini dilakukan aparat.
Meski begitu, ia mengapresiasi respons cepat personel di lapangan yang langsung menindaklanjuti laporan masyarakat sehingga potensi bentrokan yang dapat menimbulkan korban jiwa berhasil dicegah.
“Kami memastikan setiap laporan masyarakat terkait gangguan kamtibmas akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing, baik melalui Bhabinkamtibmas, kantor polisi terdekat, maupun melalui layanan call center 110 yang bebas pulsa dan siaga 24 jam. (Redaksi)

