Tanggamus — Keluarga besar Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Kabupaten Tanggamus menggelar acara Halal Bihalal yang dirangkai dengan pentas seni budaya, Senin malam (31/03/2025), di sekretariat DPW II TTKKBI, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW II TTKKBI Tanggamus, Herwansyah, yang akrab disapa Gusti Herwan. Acara turut dihadiri Ketua DPW I Provinsi Lampung, Hengky Malondo, bersama jajaran pengurus provinsi, anggota DPRD Tanggamus Heru, Kepala Pekon Tiuh Memon Yukhrizal Okta, serta Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh pengurus serta anggota TTKKBI.
Dalam sambutannya, Herwansyah menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan dan soliditas keluarga besar TTKKBI. Ia menekankan pentingnya menjaga serta melestarikan seni budaya pencak silat Karuhun Banten sebagai warisan leluhur.
“Kita harus mengenalkan seni budaya ini kepada generasi muda agar mereka mencintai dan melestarikan warisan nenek moyang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar menjaga nama baik organisasi dan tidak menyalahgunakan TTKKBI untuk kepentingan yang bertentangan dengan norma hukum maupun nilai-nilai sosial.
Sementara itu, Hengky Malondo mengajak seluruh pengurus untuk lebih aktif memperkenalkan seni budaya pencak silat dan debus kepada masyarakat luas, dari kalangan anak-anak hingga dewasa.
Menurutnya, TTKKBI merupakan wadah yang menghimpun 27 perguruan, di antaranya Tjimande, Bandrong, Trunggu, Singa Manda, hingga Macan Putih. Ia juga menyebut, melalui organisasi ini telah banyak lahir generasi berprestasi yang meraih penghargaan dalam ajang pencak silat, termasuk di tingkat provinsi melalui kompetisi Ikatan Pencak Silat Indonesia.
“Alhamdulillah, banyak anak-anak kita yang berhasil meraih piagam dan medali emas dari berbagai kejuaraan,” ungkapnya.
Di penghujung acara, suasana semakin semarak dengan penampilan atraksi debus khas Banten yang memukau. Pertunjukan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat dan simpatisan yang hadir, bahkan disambut antusias dengan saweran dari sejumlah tokoh dan warga sekitar.
Acara Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen dalam melestarikan seni budaya tradisional di tengah masyarakat.

