Lampung Utara – Kisah pilu kembali menyelimuti masyarakat kecil. Seorang penjual kue keliling, Ibu Meli, kini harus menghadapi kenyataan pahit: tak bisa pulang dari rumah sakit meski kondisinya mulai membaik. Penyebabnya bukan lagi luka akibat kecelakaan yang ia alami, melainkan tagihan rumah sakit yang membengkak hingga puluhan juta rupiah.
Pasca kecelakaan yang menimpanya, Ibu Meli sempat menjalani perawatan intensif di RS Yukum Medical Center (YMC), Bandar Jaya, Lampung Tengah. Berkat penanganan medis, kondisi fisiknya berangsur pulih. Namun di balik itu, beban lain justru menghimpit tagihan biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp100 juta.
Dari jumlah tersebut, santunan dari Jasa Raharja disebut telah digunakan untuk menutup sebagian biaya. Namun, masih tersisa sekitar Rp80 juta yang harus dilunasi. Angka itu jelas mustahil dijangkau oleh seorang penjual kue keliling yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian.
“Saya hanya ingin pulang dan berjualan kue lagi,” ujar Ibu Meli lirih, menggambarkan harapan sederhana yang kini terasa begitu jauh.
Ironisnya, upaya keluarga untuk memanfaatkan program jaminan kesehatan juga menemui jalan buntu. Pengajuan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) tidak dapat diproses karena terbentur aturan administratif dan batas waktu pendaftaran saat kondisi darurat.
Akibatnya, status Ibu Meli tetap tercatat sebagai pasien umum, yang membuat seluruh biaya pengobatan dibebankan secara penuh.
Kondisi ini memicu keprihatinan berbagai pihak. Sejumlah relawan dan pegiat sosial pun bergerak membuka donasi publik guna membantu pelunasan biaya rumah sakit agar Ibu Meli bisa segera pulang.
“Ini bukan hanya soal biaya, tapi soal kemanusiaan. Ketika sistem belum mampu menjangkau, masyarakat harus saling menguatkan,” ujar salah satu relawan penggalangan dana.
Donasi yang terkumpul nantinya akan difokuskan untuk melunasi sisa tagihan rumah sakit, serta membantu biaya kontrol dan pemulihan pasca perawatan.
Hingga kini, keluarga masih berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar persoalan serupa tidak terus berulang, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang seharusnya mendapatkan perlindungan melalui program jaminan kesehatan.
Kasus Ibu Meli menjadi potret nyata bahwa di balik angka-angka tagihan, ada harapan hidup yang sedang diperjuangkan. Dan di tengah keterbatasan sistem, solidaritas masyarakat menjadi satu-satunya jalan untuk menjemput kepulangan seorang ibu ke rumahnya. (Red)
Mari Kita Bantu Pulangkan Ibu Meli
Sedikit dari kita, sangat berarti bagi beliau.
Donasi bisa disalurkan ke:
• SeaBank: 901322172055
a.n Andika Fernando Putra
• DANA: 085955375032

