Karangan Bunga Pejabat Kepung Musda Golkar Pringsewu, Netralitas ASN Disorot

BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG Politik Pringsewu

Pringsewu – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Pringsewu yang digelar di Hotel Regency, Gading Rejo, Senin (13/4/2026), tak hanya diwarnai perebutan kursi ketua. Deretan karangan bunga dari para kepala dinas justru mencuri perhatian dan memantik tanda tanya publik.

Karangan bunga berjejer memenuhi lokasi acara. Nama-nama pejabat aktif Pemerintah Kabupaten Pringsewu terpampang jelas, mulai dari Kepala Dinas Koperindag, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala DPMPTSP, hingga sejumlah kepala dinas lainnya.

Fenomena ini memunculkan sorotan tajam terkait netralitas aparatur sipil negara (ASN), terlebih dalam momentum politik internal partai.

Di sisi lain, Musda Golkar Pringsewu kali ini menjadi ajang krusial untuk menentukan nahkoda partai lima tahun ke depan. Nama Ririn Kuswantiri disebut-sebut sebagai kandidat terkuat. Mantan anggota DPRD Lampung itu bukan sosok baru dalam kontestasi politik Pringsewu.

Istri mantan Bupati Lampung Selatan, Wendy Melfa, tersebut sebelumnya pernah bertarung dalam Pilkada Pringsewu, namun harus mengakui keunggulan Riyanto Pamungkas yang kini menjabat sebagai bupati. Sementara posisi kedua saat itu ditempati Dr. Fauzi, mantan Wakil Bupati Pringsewu yang juga kader Golkar.

Menanggapi maraknya karangan bunga dari pejabat daerah, seorang kader Golkar yang enggan disebutkan namanya menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar.

“Jangan dilihat dalam konteks lain. Ini biasa saja,” ujarnya singkat.

Namun publik menilai, kehadiran simbol-simbol dukungan dari pejabat aktif di ruang politik praktis tetap menyisakan pertanyaan: apakah ini sekadar formalitas, atau sinyal keberpihakan yang terselubung.

Di tengah dinamika tersebut, Musda Golkar Pringsewu tak hanya menjadi panggung konsolidasi partai, tetapi juga cermin relasi antara kekuasaan birokrasi dan kepentingan politik yang kian sulit dipisahkan. (Red)