Tanggamus – Hujan yang mengguyur Kecamatan Talang Padang pada Sabtu (6/6/2026) kembali membuka persoalan lama yang seolah tak kunjung terselesaikan. Saluran irigasi di kawasan Pasar Talang Padang, tepatnya di samping swalayan Top Mart, dipenuhi tumpukan sampah hingga tak mampu menampung aliran air. Akibatnya, air meluap dan menggenangi badan jalan.
Pemandangan tersebut bukan hanya mencerminkan buruknya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan pemeliharaan saluran yang seharusnya dilakukan secara rutin oleh pihak terkait.
Dari pantauan di lokasi, saluran irigasi tampak dipenuhi berbagai jenis sampah yang menumpuk dan menyumbat aliran air. Saat hujan turun, air tidak lagi memiliki ruang untuk mengalir sehingga meluber ke jalan dan mengganggu aktivitas warga maupun pengguna kendaraan.
Warga sekitar mengaku kondisi itu bukan kejadian baru. Menurut mereka, tumpukan sampah di saluran tersebut sudah lama terlihat dan belum pernah ditangani secara menyeluruh.
“Bagaimana air tidak meluap ke jalan, salurannya tersumbat oleh tumpukan sampah yang tidak pernah dibersihkan. Setiap hujan seperti ini pasti meluap,” ujar seorang warga.
Pernyataan warga tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan ini telah berlangsung cukup lama. Namun penanganan yang dilakukan selama ini dinilai belum mampu memberikan solusi permanen.
Saat dikonfirmasi, Camat Talang Padang, Jhoni Irzal, mengatakan pihaknya sedang melakukan upaya pembersihan saluran.
“Malam ini kami sedang kerja coba mengurai sampahnya,” ujar Jhoni Irzal melalui pesan WhatsApp.
Sayangnya, ketika ditanya mengenai sudah berapa lama tumpukan sampah tersebut berada di saluran hingga menyebabkan penyumbatan, tidak ada jawaban lanjutan yang diberikan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan yang wajar dari masyarakat. Mengapa penanganan baru terlihat dilakukan setelah air meluap ke jalan? Apakah tidak ada deteksi dini atau pembersihan berkala sebelum saluran berubah menjadi tempat penampungan sampah?
Jika persoalan ini hanya ditangani saat banjir dan genangan sudah terjadi, maka siklus yang sama berpotensi terus berulang. Hujan datang, saluran tersumbat, air meluap, lalu dilakukan pembersihan darurat. Padahal yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar respons sesaat, melainkan langkah pencegahan yang konsisten.
Di tengah ramainya aktivitas perdagangan Pasar Talang Padang, keberadaan saluran irigasi yang dipenuhi sampah menjadi ironi tersendiri. Infrastruktur yang seharusnya mengalirkan air justru berubah fungsi menjadi tempat penimbunan sampah. Ketika hujan turun, dampaknya pun langsung dirasakan masyarakat yang harus berhadapan dengan genangan di jalan dan lingkungan yang semakin kumuh.
Kini masyarakat menunggu bukan hanya aksi membersihkan sampah malam ini, tetapi juga komitmen nyata agar persoalan yang sama tidak kembali terulang pada hujan berikutnya. (Red)

