PRINGSEWU – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pringsewu menggelar dialog pemuda dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bupati, kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Dialog ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Dosen Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), Dr. Hasbullah, M.Pd.I, anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Dedi Sutarno, serta Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pringsewu, Hendra Iskandar.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk memperkuat peran, kapasitas, dan kontribusi dalam menjawab berbagai tantangan zaman, terutama di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi dan arus globalisasi.
Dalam sambutan yang mewakili Ketua DPD KNPI Kabupaten Pringsewu, Jevi Hardi Sofyan, Ketua Harian DPD KNPI Kabupaten Pringsewu, Wahyu Giri Wiladatika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
Ia menegaskan, dialog pemuda yang diselenggarakan KNPI bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memperingati Sumpah Pemuda, melainkan bagian dari ikhtiar bersama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Menurutnya, pemuda saat ini berada di tengah dua arus besar yang tidak dapat dibendung, yakni digitalisasi dan globalisasi. Kedua perkembangan tersebut telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bekerja, berpikir, hingga memperoleh dan menyebarkan informasi.
“Jika kita tidak siap, kita akan menjadi penonton di negeri sendiri. Jika kita siap, kita akan menjadi pemain utama,” ucapnya, Rabu (28/10/26).
Wahyu juga menekankan tiga peran strategis pemuda yang perlu diperkuat, yakni sebagai penjaga nilai dan moralitas bangsa, kekuatan inovasi dan ekonomi, serta penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa derasnya arus informasi menuntut pemuda memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Generasi muda harus mampu memilah informasi, bijak menggunakan media sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, pemuda juga diharapkan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, agama, dan budaya lokal. Kemajuan teknologi, menurut pesan yang disampaikan, tidak boleh mengikis jati diri pemuda Pringsewu yang menjunjung tinggi kesantunan dan semangat gotong royong.
“Pemuda harus menjadi penyaring informasi, bukan sekadar penerima. Kemampuan digital harus diiringi dengan moralitas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial,” pesannya dalam sambutan tersebut.
Selain menjaga nilai dan moralitas, KNPI Pringsewu juga mendorong generasi muda memanfaatkan bonus demografi sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi.
Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi melalui kewirausahaan digital, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian modern, serta industri kreatif berbasis teknologi.
Dalam konteks tersebut, KNPI menyatakan kesiapan untuk menjadi jembatan kolaborasi antara generasi muda, pemerintah, dan dunia usaha guna membuka ruang pengembangan potensi serta mendorong lahirnya wirausaha muda di Kabupaten Pringsewu.
Kehadiran narasumber dari kalangan akademisi, legislatif, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta mengenai peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Melalui dialog tersebut, berbagai gagasan mengenai penguatan karakter, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi, serta keterlibatan pemuda dalam pembangunan diharapkan dapat menjadi bahan pemikiran bersama.
Momentum Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Bagi KNPI Pringsewu, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya bagaimana mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga bagaimana mengambil peran, menciptakan peluang, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta bangsa.
Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, pemuda Pringsewu diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, kreatif, mandiri, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Redaksi)

