Panas! Direktur Perumdam Way Sekampung Balas Kritik Sagang Soal Meritokrasi

BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG Pringsewu

Pringsewu – Polemik seputar tata kelola Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Way Sekampung semakin memanas. Setelah mantan Anggota DPRD Pringsewu Sagang Nainggolan melontarkan kritik keras soal dugaan minimnya meritokrasi dalam pengisian jabatan direksi, Direktur Perumdam Way Sekampung Muhammad Hatta akhirnya buka suara.

Hatta secara tegas membantah insinuasi bahwa dirinya menduduki kursi Direktur karena faktor kedekatan dengan penguasa. Ia bahkan balik menyindir pernyataan Sagang yang sebelumnya mengaku pernah mengusulkan calon profesional dalam seleksi Direktur PDAM.

Melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Jumat (3/7/2026), Hatta mengaku mengetahui sosok yang dimaksud Sagang.

“Halah, saya tahu siapa orang yang dibawa Sagang itu. Tanya sama Pak Sujadi waktu seleksi dulu itu seperti apa. Jadi jangan asal nuduh-nuduh saja,” tulis Hatta dalam bahasa Lampung, disertai emotikon tertawa.

Pernyataan itu merupakan respons atas klaim Sagang yang menyebut pernah mengusulkan seorang profesional menjadi Direktur PDAM, namun menurut pengakuannya, memperoleh informasi bahwa jabatan tersebut telah diarahkan kepada calon tertentu.

Tak hanya membantah, Hatta juga menegaskan dirinya lolos melalui mekanisme seleksi resmi, bukan karena memiliki kedekatan dengan Bupati Pringsewu saat itu.

“Saya masuk di Pringsewu ini bukan karena dekat dengan Bupati Pringsewu waktu itu. Memang murni karena seleksi,” tegasnya.

Sebelumnya, Sagang Nainggolan menyatakan sulit berharap Perumdam Way Sekampung mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila pengelolaan perusahaan tidak dibangun berdasarkan meritokrasi dan profesionalisme. Ia juga mengkritik praktik pengisian jabatan di BUMD yang, menurut pandangannya, lebih mengedepankan kedekatan dibanding kompetensi.

Kini, polemik tidak lagi sebatas membahas target dividen dan PAD, tetapi juga berkembang menjadi perdebatan terbuka mengenai proses seleksi direksi, profesionalisme pengelolaan BUMD, hingga tata kelola perusahaan daerah di Kabupaten Pringsewu. (Red)