Pringsewu – Pemberitaan Gema Lampung berjudul “PDAM Way Sekampung Baru 4.800 Pelanggan, Sudah Dibebani Setoran PAD 25 Persen” memicu beragam tanggapan dari warganet di media sosial.
Mayoritas komentar menyoroti bahwa target penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) seharusnya tidak mengorbankan peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Sebagian netizen juga mempertanyakan kesiapan PDAM untuk memberikan kontribusi kepada daerah apabila kualitas layanan air bersih dinilai masih perlu dibenahi.
Beberapa akun menilai fokus utama perusahaan semestinya adalah memperluas cakupan layanan, meningkatkan kualitas distribusi air, serta membenahi jaringan sebelum mengejar target dividen.
Selain itu, muncul pula komentar yang menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sejumlah netizen berharap pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi agar perusahaan mampu berkembang dan memberikan keuntungan bagi daerah.
Di sisi lain, ada pula warganet yang mengingatkan bahwa penyetoran dividen merupakan hal yang lazim dilakukan BUMD selama kondisi keuangan perusahaan sehat. Menurut mereka, keseimbangan antara pelayanan publik dan kontribusi terhadap PAD harus tetap dijaga.
Tak sedikit pula komentar yang meminta pemerintah daerah lebih transparan dalam menjelaskan dasar penetapan besaran dividen, sehingga tidak menimbulkan beragam persepsi di tengah masyarakat.
Polemik ini menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap pengelolaan PDAM Way Sekampung. Masyarakat berharap perusahaan daerah tersebut tidak hanya mampu menjadi sumber PAD, tetapi juga tetap mengutamakan pelayanan air bersih yang berkualitas bagi seluruh pelanggan. (Red)
Catatan Redaksi : Berita ini merupakan rangkuman berbagai pendapat yang disampaikan warganet pada kolom komentar media sosial Gema Lampung. Isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pemilik akun dan tidak seluruhnya dapat diverifikasi sebagai fakta.

