Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercaya

PRINGSEWU | Diduga tilep uang program Indonesia pintar (PIP), SD Negeri Neglasari, Kecamatan Pagelaran Utara, digeruduk wali murid, pada Jum’at (5/8) kemarin.

Kedatangan wali murid waktu itu guna menanyakan buku rekening PIP yang memang disimpan oleh pihak sekolah, lebih tepatnya disimpan oleh guru bagian tata usaha bernama Eli.

“Kejadian ini berawal dari salah satu wali murid yang diketahui baru-baru ini sudah mengambil bantuan PIP milik anaknya. Dari situlah terkuak, ada beberapa murid yang seharusnya mendapatkan PIP namun tak kunjung menerima buku rekening,” kata narasumber, kepada media ini, Senin (8/8).

Narasumber lainnya bernama IE juga mengatakan, keponakannya bernama Virginia Daimah Lestari yang merupakan penerima PIP juga buku rekeningnya ditahan pihak sekolah.

“Keponakan saya pernah menerima bantuan PIP sebesar Rp450.000,- dan buku rekening kembali dikumpulkan ke sekolah. Karena sudah lulus dan mau mengurus ke SMP, kami berniat hendak mengambil buku rekening ke Bu Eli, namun buku rekening itu gak pernah dikasih dengan banyak alasan,” bebernya.

Berdasarkan hasil print out buku rekening Virginia, pada tanggal 26/03/2019 lalu, tertulis mendapat bantuan senilai Rp450.000 dan di tanggal 16/12/2019 kembali mendapat Rp450.000. Kemudian di tanggal 03/03/2020 kembali mendapatkan Rp225.000.

Baca Juga :  Rapat Kerja Media Global Group Tahun 2019, Utamakan Meningkatkan Kinerja Wartawan

Namun, pada tanggal 6/03/ 2020 terlihat ada penarikan sebesar Rp450.000, dan di tanggal 25/07/2020 juga ada penarikan senilai Rp225.000,-. Dan di tanggal 06/01/2021 kembali ada transaksi penarikan sebesar Rp225.000,-.

“Selama ini buku dipegang pihak sekolah dan ponakan kami hanya menerima Rp450.000 selama ada di SD. Sedangkan dari hasil print out rekening koran di situ terjadi beberapa kali transaksi penarikan,” ungkapnya.

Hal yang sama dialami oleh ND wali murid dari HY, juga merasa janggal ketika mengetahui hasil print out buku rekening milik anaknya. Ia merasa bahwa hanya menerima bantuan PIP sebanyak 2 (dua) kali sejumlah Rp900.000, selama anaknya sekolah di SD Negeri Neglasari, namun yang terdapat didalam print out buku rekening ada transaksi lainnya.

“Anak saya selama sekolah di SD Negeri Neglasari hanya dua kali terima bantuan PIP yang total semuanya 900 ribu, tapi kok setelah buku rekeningnya saya print out ada transaksi sebesar 900 ribu artinya anak saya terima dua kali bantuan lagi dong, tapi siapa yang mengambil langsung di Bank,” jelas ND.

Baca Juga :  Patut Dicontoh, Pengurus Masjid Al-Wustho Sediakan Makan Gratis Usai Salat Dzuhur

Terpisah, Ningdop, S.Pd Kepala SD Negeri Neglasari serta ikut didampingi Eli guru TU saat dikonfirmasi mengatakan bahwa untuk berkaitan dengan keberadaan buku rekening milik siswa yang menerima bantuan PIP memang disimpan oleh pihak sekolah agar pengambilan bantuan PIP di Bank bisa secara kolektif.

“Benar jika selama ini buku rekening itu disimpan di sekolah, dan itupun sudah hasil kesepakatan dengan wali murid guna untuk kami melakukan penarikan dana PIP di bank secara kolektif,” akunya.

Terkait adanya transaksi lain yang tercatat dalam buku rekening diluar dari yang dilakukan oleh pihak sekolah, bahwa dirinya membatah tidak mengetahuinya.

“Dana yang saya ambil sudah saya berikan ke semua wali murid, masalah ada penarikan lain saya enggak tahu, karna memang buku rekening itu pernah hampir satu tahun tertinggal di bank BRI, dan saya juga belum pernah merekomendasikan ke siapapun untuk pengambilan uang tersebut, jadi jika ada penarikan di luar sepengetahuan saya atau tidak sesuai dengan apa yang di terima wali murid, betul betul itu diluar sepengetahuan saya,” tepisnya.

Editor : (Redaksi)

 252 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here