Forum SEKATA Akhirnya Bersuara Setelah 11 Tahun, Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan Tanggamus

BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG Tanggamus

Tanggamus – Setelah lebih dari satu dekade “senyap”, Forum SEKATA (Silaturahmi Kemuakhian Tanggamus) akhirnya menunjukkan eksistensinya melalui silaturahmi perdana yang digelar di Lamban Bualapis Batang, Kabupaten Tanggamus. Momentum ini sekaligus menjadi penegasan sikap, SEKATA siap terlibat aktif dalam arah pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, bersama lebih dari 20 anggota forum yang datang dari berbagai kecamatan. Turut hadir jajaran pengurus, di antaranya Pembina Hi. Suhardy Buyung, S.Sos., M.M., Ketua Hi. Fauzan Hasan, S.H., M.H., Sekretaris Agus Syafriansyah, S.E., serta Bendahara Joniar, S.E.

Mengusung tema “SEKATA Mendukung Pembangunan dan Sinergitas Program”, forum ini mencoba keluar dari sekadar wadah silaturahmi menjadi kekuatan sosial yang ingin diperhitungkan dalam pembangunan Tanggamus.

Ketua Forum SEKATA menegaskan, meski banyak anggota berdomisili di luar daerah, terutama di Bandar Lampung, komitmen terhadap tanah kelahiran tidak pernah luntur.

“Jarak bukan penghalang. Justru ini menjadi kekuatan jejaring bagi kami untuk mendorong kemajuan Tanggamus dari berbagai lini,” tegas Fauzan.

Lebih dari itu, SEKATA juga menempatkan pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal sebagai agenda penting. Mereka menilai pembangunan tidak boleh tercerabut dari identitas budaya masyarakat setempat.

Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, menyambut positif langkah forum tersebut. Ia menilai kehadiran SEKATA bisa menjadi energi baru bagi pemerintah daerah, terutama dalam membangun sinergi antara masyarakat perantauan dan pemerintah.

“Kami membuka ruang kolaborasi. Forum seperti ini sangat strategis untuk memperkuat pembangunan sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan,” ujar Bupati.

Silaturahmi perdana ini bukan sekadar seremoni. Di baliknya, ada harapan besar agar Forum SEKATA tidak kembali “hilang”, melainkan konsisten menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi kemajuan Kabupaten Tanggamus. (Red)