Kamis, Juni 13, 2024
BERITA TERKINIDaerahLAMPUNGTulang Bawang Barat

Harapan Mantan Bupati Umar Ahmad Masyarakat Tubaba Komitmen Lestarikan Alam

Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercay ta

TULANG BAWANG BARAT |  Mantan Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung. Hi. Ir. Umar Ahmad, S.P. berharap terhadap masyarakat Tubaba dapat selalu memiliki komitmen untuk senantiasa menjaga kelestarian alam.

Hal tersebut dia sampaikan saat dihubungi  tim media via telepon pada (19/12/2022) sekitar pukul 10.49 Wib. Bersamaan pemasangan patung Suhunan Ria (Penjaga Kelestarian) di Tiyuh (Desa) Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, kabupaten setempat.

Umar mengatakan, area yang dibangun patung penjaga kelestarian tersebut merupakan kawasan yang sejak awal diniatkan menjadi kota di Tubaba, kota ini, kita sebut sebagai Uluan Nughik.

“Uluan itu di awal, dan Nughik itu kehidupan. Artinya, awal dari kehidupan. Dalam merancang kota ini kita butuh simbol tentang kawasan setempat, sehingga patung tersebut dibangun” Kata Umar.

Baca Juga :  Pemkab Pesibar Sosialisasi Program Pamsimas

Lanjut dia, dalam mitologi Nughik ada yang namanya iriah,  yang oleh masyarakat Nughik zaman itu dipercaya bahwa iriah merupakan orang yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian alam,

 “Dengan adanya pembangunan ini kita berharap kepada warga Tubaba dapat memiliki komitmen untuk senantiasa menjaga kelestarian alam” Katanya.

Terkait pro kontra atau perdebatan di antara warga Tubaba atas pembangunan patung tersebut, menurutnya itu hal yang biasa.

“Adapun jika ada pro kontra atau perdebatan terkait pembangunan itu pasti ada, baik itu bentuk atau tempat. Tetapi dasar Pemerintah untuk menetapkan bentuk dan lokasinya disitu sangat kuat, kita bukan tidak mengkultuskan seseorang karena pilihan kita adalah abstrak” Tegasnya.

Baca Juga :  KPU Pringsewu Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019

Sementara itu, dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Iwan Mursalin, didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Nurul, mengatakan.

“Untuk spesifikasi pekerjaan patung ini, luasan pondasi kita buat 3 x 3 x 1,5 meter, dan luasan pedestalnya 1.5 x 1.5 x 4 meter. Pondasi dan pedestal tersebut menggunakan beton bertulang, ” Ungkapnya.

Sementara pembuatan ketinggian patung tersebut mencapai 9 meter berbahan stainless dengan besi penyangga 6 meter 4 in. Patung ini dibuat dan dirakit di workshop Yogyakarta yang dikerjakan oleh CV.Jalasena Pratama sebagai rekanan dengan Anggaran Rp.1,2 Miliar.

“Pengerjaan nya sejak 13 Oktober lalu, dan dikerjakan selama 75 hari kalender. Kita berharap pembangunan ini dapat terlaksana dengan baik dan pekerjaan dapat sesuai rencana, ” Tutupnya.

Editor : (Redaksi)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *