Kamis, Mei 23, 2024
BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

Proses Pembangunan Dana Desa Tahun 2019 Pekon Mulyorejo Tetap Melibatkan Masyarakat

Gemalampung.com | Fakta,Akurat Dan Terpercaya
PRINGSEWU | Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.
Keterangan Foto : Kepala Pekon Mulyorejo, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Solikhin, bersama Aparaturnya. (Foto:Nga)
Dana desa digunakan dalam upaya peningkatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat desa.
Dana desa adalah dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui anggaran belanja daerah kabupaten/kota. Dana ini digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Keterangan Foto : Kepala Pekon Mulyorejo, Solikhin Berikan Bantuan untuk Posyandu (Foto : Nga)
Untuk mendorong desa menjadi desa sejahtera dengan kekuatan swadaya maka pemerintah lantas mengucurkan dana desa dan memberikan kewenangan penuh pada desa dalam hal pengelolaan dana desanya tersebut.
Seperti halnya pemanfaatan dana desa di Pekon Mulyorejo, Kecamatan Banyumas, Kabupetan Pringsewu, pada tahun 2019 ini difokuskan untuk pembangunan fisik/infrastruktur. Demikian dikatakan oleh Solikin, Kepala Pekon yang sudah dua kali menjabat di Pekon Mulyorejo ini, Senin (9/12/2019).
Pekon Mulyorejo memiliki luas wilayah 221 ha. Dengan jumlah KK 350 dan jumlah penduduk sebanyak 1169 jiwa. Pekon Mulyorejo terbagi atas tiga (3) Dusun dan lima (5) RT.
Pekon Mulyorejo di sebelah barat berbatasan dengan Pekon Margosari, sebelah selatan berbatasan dengan Pekon Nusawungu, sebelah timur berbatasan dengan Kampung Way Langsep Lampung Tengah, dan sebelah utara berbatasan dengan Kampung Sendang Mulyo Lampung Tengah.
Mayoritas penduduk di Pekon Mulyorejo berprofesi sebagai petani berkebun, dia tanya adalah kebun karet, sawit dan juga perikanan.
Jumlah dana desa yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat ke Pekon Mulyorejo ini adalah Rp838.921.000,00. Pada bidang infrastruktur direalisasikan untuk pembangunan talut penahan tanah (TPT) sepanjang 334 meter yang ada di dua titik, yakni di Dusun 3 dan Dusun 2. Kemudian pembangunan gorong-gorong di dua titik, yakni Dusun 3 dan di Dusun 1.
Kemudian untuk kegiatan pemberdayaan adalah peningkatan kapasitas aparatur desa, serta pelatihan dan penyuluhan pemberdayaan perempuan.
“Sekaligus kami membangun fasilitas yang dibutuhkan seperti sarana prasarana jalan, gedung-gedung dan yang berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, terlepas dari itu , kami mencoba untuk mencari inovasi apa sih yang bisa dikembangkan di pekon ini, supaya target kami dalam lima tahun ke depan bisa terwujud yakni mempunyai SDM berkualitas, punya daya saing dan produktif,” ujar Solikin.
Kemudian dalam proses pembangunan di pekonnya, ia juga selalu melibatkan masyarakat. Baik dari tahapan musyawarah dusun juga musyawarah desa/Pekon.
“Artinya kami melibatkan masyarakat bukan sebatas pelaksanaan tapi juga dalam pengawasan. Supaya kita bisa maksimal dalam penggunaan DD baik fisik dan yang lain,” jelas Solikin.
Solikin yang sudah dua periode menjadi kepala Pekon di Mulyorejo ini berharap, dibawah kepemimpinan nya, Pekon ini bisa menjadi lebih baik dan sejahtera.
“Saya ada disini berdasarkan dari masyarakat dan saya ingin apa yang saya laksanakan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Mari bareng-bareng kita wujudkan cita-cita untuk membangun Pekon jadi lebih baik. Dana desa ini adalah dana dari masyarakat, kami hanya melaksanakan perencanaan sesuai apa yang telah disepakati oleh masyarakat, supaya masyarakat Mulyorejo bisa merasakan manfaat program pemerintah dari kabupaten, provinsi maupun pusat yang tujuannya untuk kesejahteraan pekon ini,” pungkasnya.
Penulis : (*Nga)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *