Kamis, Mei 23, 2024
BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

Sikap Arogan Kepala SMPN 2 Gadingrejo Tidak Patut Dicontoh

Gemalampung.com | Fakta,Akurat Dan Terpercaya

PRINGSEWU | Dana BOS (Bantuan Oprasional Sekolah) SMPN 2 Gading Rejo Kabupaten Pringsewu patut di pertanyakan, pasalnya, seperti disampaikan oleh kepala sekolah Agus Salim, bahwa sudah mengeluarkan dana sebesar Rp. 30 juta untuk memberi ke sejumlah awak media.

Perlu diketahui dana bos yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, dalam penggunaanya untuk kebutuhan oprasional sekolah yang selayaknya dipergunakan sesuai dengan aturan, akan tetapi berbeda halnya yang terjadi pada SMPN 2 Gading Rejo Kabupaten Pringsewu, diduga hanya dihabiskan untuk memberi wartawan yang datang bertamu di sekolah setempat.

Agus Salim Kepala SMPN 2 Gading Rejo mengatakan kepada Kabiro Harian Lampung wilayah Pringsewu, Hermanto melalui telepon selulernya, sudah menghabiskan dana sebesar Rp.30 juta untuk memberi wartawan.

“Saya sudah menghabiskan 30 juta untuk memberi wartawan yang datang” Ucapnya Agus, dengan nada keras kepada Hermanto, Kabiro Harian Haluan Lampung, Jum’at (3/5).

Selain itu juga saat wartawan Harian Haluan Lampung datang ke sekolah untuk melakukan penagihan iklan, tampaknya kepala sekolah menunjukan perilaku yang terkesan kurang sopan dan memperlihatkan itikat yang kurang bersahabat, bahkan parahnya lagi sempat menuding dengan menujukan jari kearah muka wartawan.

Baca Juga :  Peduli, Dendi Romadhona Kunjungi Saparudin yang Kena Komplikasi Jantung

Menurut Edison Wartawan Halauan Lampung untuk biro wilayah pringsewu mengatakan kepada media ini, sikap kepala sekolah SMPN 2 Gading Rejo, sempat menunjuk-nunjuk kepadanya dengan mengeluarkan kata-kata yang kasar saat datang ke sekolah untuk melakukan pengihan iklan koran.

“Kamu itu belagu, kamu itu masih anak kecil jangan macam-macam sama saya,” kata Agus Salim, Ucapny Edi, menirukannya.

Menyikapi hal itu, Ketua DPC AWPI Pringsewu Ahmad Khattab menyesalkan prilaku arogan oknum kepala sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 2 Gadingrejo, dianggap tidak menghargai tugas pokok fungsi (tupoksi) wartawan.

“Kami cukup menyesali sikap Agus Salim selaku Kepala SMP N 2 Gadingrejo tidak patut dicontoh oleh kepala sekolah di pringsewu”, kata Ahmad Khattab, Jumat (03/05/2019).

Baca Juga :  Komisi III DPRD Angkat Bicara Dugaan Korupsi Dana APBD 2018 di Dinas Lingkungan Hidup Metro

Lebih lanjut, Ahmad Khattab Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia mengecam, prilaku tindakan oknum kepsek Agus Salim yang mengacungkan jari telunjuk kepada wartawan harian Haluan Lampung yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

“Harusnya dia selaluk kepala sekolah dan sebagai pendidik tidak pantas secara etika pejabat publik, yang harus di ingat, wartawan kerja berdasarkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pokok pers”, jelasnya.

Harus diketahui, Pengakuan Agus Salim dirinya sebagai kepala sekolah sudah menghabiskan uang 30 juta untuk memberi oknum wartawan yang datang ke sekolahnya.

“Saya sebagai ketua AWPI Pringsewu selalu memberikan pemahaman kode etik jurnalistik, tapi dilapangan wartawan yang selalu mendapatkan intimidasi termasuk kejadian di SMP Negeri 2, saya garis bawahi wartawan yang bergabung di lembaga AWPI tidak diperbolehkan melakukan keliling bersilaturahmi ke sekolahan maupun lembaga lainnya,” Pungkasnya. (Tim)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *