Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercay ta

TULANG BAWANG | Siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negri (SDN) 01 Gunung Sakti, Menggala menjadi korban penganiayaan dari kakak kelasnya.

Diketahui, RYI (9) korban anak dari salah satu anggota TNI AD yang bertugas sebagai Intel di Kodim 0426 menjadi korban pemukulan oleh kakak kelasnya hingga mendapatkan luka lebam di wajah, perut dan pinggul, pada Rabu (25/5/22) lalu.

Menurut pengakuan korban, pelaku pengeroyokan berjumlah 5 sampai 10 orang dengan alasan meminta uang jajan milik korban. RYI sempat pingsan sehingga membuatnya lupa wajah dari semua pelaku yang dia ingat hanya 2 pelaku saja.

Kejadian itu, sudah dilaporkan ke pihak sekolah oleh orang tua korban. Kemudian menurut Kepala SDN  1 Gunung Sakti, Mardalena telah melakukan pemanggilan murid dan wali murid dari pelaku pemukulan.

Setelah dilakukan pemanggilan dari pihak sekolah, menurut pengakuan dari pelaku pemukulan bahwa awal permasalahan ketika korban dimintai uang jajannya.

Baca Juga :  Menghadiri Rakor Kepala Daerah Se-Provinsi Lampung Bupati Tulang Bawang Membuahkan Hasil Rakor

“Kami minta uang jajannya tapi gak mau di kasih saat kami gertak dia coba melawan makanya kami keroyok,” akunya pelaku.

Dikatakan Mardalena, setelah pemanggilan terhadap pelaku pemukulan pihak sekolah langsung menggelar rapat untuk membahas terjadinya pemukulan di lingkungan sekolah.

“Ya pak benar hal itu terjadi di sekolah, namun sudah saya lakukan pemanggilan dan saya adakan rapat pembahasan mencari jalan keluar atas kejadian tersebut,”ungkap mardalena

Lanjut dikatan Mardalena,  bahwa sudah memberi teguran sebanyak dua kali kepada murid dan wali murid tersebut.

“Saya juga sudah melakukan teguran 2 kali, yang pertama saya lakukan secara lisan dan yang kedua saya berikan surat peringatan dengan hasil tidak naik kelas, bahkan ada dari pihak wali murid yang memberikan surat pengunduran diri untuk anak-anaknya, namun saya menahan dengan alasan anak-anak tersebut masih dapat saya bina,” timpalnya.

Baca Juga :  Semarak Pemilihan Muli Menganai Bupati Winarti Melestarikan Adat dan Budaya

Atas kejadian itu, banyak pihak yang sangat menyayangkan atas peristiwa yang terjadi di sekolah dasar negeri tersebut, karna sudah beberapa kali sering terjadi hal yang sama, seolah tidak ada pengawasan dan pembinaan oleh pihak sekolah, hal itu sangat berpengaruh kepada mentalitas yang menyebabkan trauma mendalam kepada anak-anak.

” Saya harap dengan kejadian yang di alami oleh anak saya kedepan ini tidak akan terjadi dan terulang lagi, anak saya sekarang dalam fase trauma karna mengalami penganiayan di bagian perut, muka dan Pinggul. Sehingga mengakibatkan luka memar di bagian tubuhnya,  secara mental anak saya tidak mau masuk sekolah mungkin karna gangguan trauma yang ia alami,” ucap D Wali Murid dari korban.

Penulis : (Rudi)

 425 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here