‎Dituding Curang di FLS3N Pringsewu, Jahara Siregar: “Mereka Hanya Belum Siap Kalah”

BERITA TERKINI Daerah LAMPUNG Pringsewu

PRINGSEWU – Ketua Pelaksana Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Kabupaten Pringsewu, Jahara Siregar, akhirnya angkat bicara terkait protes massal yang menerpa pelaksanaan kompetisi tahun 2026.

‎Menanggapi terjadinya konflik dan kepentingan, Jahara justru menuding balik pihak-pihak yang memprotes tidak memiliki mentalitas juara.

‎‎Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (4/5/2026), Jahara mengaku menyikapi segala hujatan yang dialamatkan kepadanya di media sosial. Menurutnya, kegaduhan ini dipicu oleh jaminan sejumlah pihak dalam menerima hasil perlombaan.

‎‎”Namanya media sosial memang begitu, tapi satu sisi saya santai saja menyikapinya. Yang saya lihat, (pihak) SMA Negeri 1 Pringsewu itu tidak siap kalah. Saya sudah sampaikan ke kepala sekolahnya, tolong dong mental sekolah para juara itu muncul, jangan sampai tidak berani terima kekalahan,” ujar Jahara.

‎‎Meski diperdebatkan adanya manipulasi hasil, Jahara membenarkan bahwa sempat terjadi kericuhan di lokasi lomba, khususnya pada cabang baca puisi. Ia mengonfirmasi adanya insiden kebocoran nilai sebelum pengumuman resmi yang memicu kemarahan wali murid.

‎‎”Memang benar ada kebocoran di penilaian baca puisi. Saya ke sana dan tanya ada apa, ternyata ada orang tua peserta yang entah masuk dari mana dan tidak menerima hasil penilaian tersebut,” jelasnya.

‎Menyikapi situasi yang memanas saat itu, Jahara meminta penghentian telah menawarkan berupa solusi peninjauan ulang. Panitia sempat memutar kembali video penampilan pemenang urutan 1 sampai 5 di depan tiga dewan juri berbeda, namun hasilnya dinyatakan tetap konsisten.

‎Terkait tudingan “juri pesanan” atau praktik suap yang ramai dibicarakan di Instagram, Jahara memberikan bantahan keras. Ia menegaskan tidak memiliki kedekatan pribadi dengan para juri yang bertugas.

‎‎”Saya dituduh menyogok dewan juri dan wasit yang saya bahkan tidak kenal dan bukan saya yang merekrut. Saya menjaga tupoksi saya. Lagi pula, memang berapa sih hadiah yang diperebutkan sehingga saya harus menyuap dewan juri?” cetusnya.

‎‎Jahara menyatakan siap mempertanggungjawabkan integritasnya jika pihak yang merasa dirugikan memiliki bukti autentik.

“Saya mah tenang saja karena saya tidak merasa seperti itu. Kalau ada bukti, kumpulkan saja,” tutupnya.

‎‎Klarifikasi ini merupakan respon atas protes massal yang mencuat setelah SMA Negeri 1 Ambarawa, sekolah yang dipimpin oleh Jahara Siregar sendiri, menyapu bersih hampir seluruh kategori juara pertama di FLS3N Pringsewu 2026. Dominasi tersebut dianggap janggal oleh para pelatih dan wali murid, terutama setelah munculnya nilai “fantastis” 99 dalam kategori seni yang dinilai tidak objektif. (*)