Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercaya

TANGGAMUS | Untuk mewujudkan lingkungan dan masarakat yang sehat demi menekan persentase angka stunting yang lebih kecil, maka dari itu Pekon Banjar Masin dan dua pekon lainnya bersama UPTD Puskesmas Bulok Kabupaten Tanggamus adakan sosialisai tentan Open Depecation Free (ODF), bertempat di Balai Pekon Banjarmasin, Senin (28/11/22).

ODF yang lebih dikenal dengan stop buang air besar sembarangan, adalah salah satu program turunan dari kementrian kesehatan yang berkerjasama dengan Bapenas, Kemendagri, dan Dinas kesehatan sebagai tangganisasi tahap awal supaya masarakat bisa memiliki jamban sehat bisa terwujud, karna ini adalah bentuk langkah awal pemerintah untuk intervensi pengentasan stanting.

Herlizen, Kakon Banjar Masin dalam sambutan juga menyampaikan bahwa mendukung program ODF tersebut.

Baca Juga :  Hebat...Kakon Baru Diduga Terlalu Berani Gelapkan Aset Pekon

“Saya selaku kakon siap mendukung program pemerintah dalam pengengtasan stunting, dengan cara mengedukasi ke masyarakat agar selalu senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangn dan bisa menjalankan program ODF ini,” kata Kakon.

Lanjut Herli, bahwa untuk program ODF di Pekon Banjarmasin sudah berjalan sejak tahun 2017.

“Alhamdulillah saat ini warga kami sudah banyak yang mengerti dan tersadar untuk menghilangkan kebiasaan buruknya, walaupun saat ini belum semua bisa menyadari, tapi Insyaallah dengan terbentuknya tim jambanisasi ini bisa bekerja semaksimal mungkin dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat,” sambung.

Jairoji, Kasi Kesmas Kecamatan Bulok dalam sambutannya yang mewakili camat bulok, mengapresiasi atas kinerja dari tiga pekon yakni pekon Banjarmasin, Pematang Neba dan Pekon Tanjung Sari yang sudah membentuk tim jambanisasi untuk selalu memverifikasi ODF.

Baca Juga :  Pesisir Barat Mendapat Hibah Kapal Pelayaran Rakyat dari Kemenhub

“Mungkin satu minggu kedepan kita akan kedatangan tamu tim  verivikasi dari Provinsi, saya harap agar pekon dan KUPT sebagai Fasilitator,” pintanya.

Disisi lain, Dapit  Sub koodintor kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja Dinkes Tanggamus juga menyampaikan, ucapan terimakasihnya untuk pekon yang sudah menyiapkan pejuang jamban, dan dukungan pembiayaan, pendanaan melalui dana pekon dan swadaya masyarakat untuk perubahan prilaku yang lebih baik.

“Saya mengapresiasi atas kinerja KUPT yang begitu semangat mensosialisasikan dan memverifikasi ODF ini, semoga dalam waktu singkat ini kita bisa mewujudkan sesuai harapan pemerintah dalam penanganan stunting sampai angka yang sekecil-kecilnya,” pungkasnya.

Editor : (Redaksi)

 309 total views,  8 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here