Senin, Mei 20, 2024
BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

Ketiga Kalinya Asita Nurgaya Duduki Kursi DPRD Pringsewu

Gemalampung.com | Fakta,Akurat Dan Terpercaya

PRINGSEWU | Terpilih lagi menjadi anggota legislatif setelah dua periode, Asita Nurgaya wanita kelahiran Gadingrejo tahun 1963 tersebut mengatakan dalam setiap proses kontestasi politik itu, politikus diibaratkan sebagai “chef”. Mengapa demikian? Karena seorang chef pasti punya menu andalan dari hasil racikan yang ia buat.

“Namanya perjalan karir politik pasti ngga selalu mulus. Karena politik adalah suatu tantangan, bukan hanya untuk laki-laki saja. Tapi perempuan juga banyak yang berkarir di dunia politik. Saya merasa asik ketika banyak tantangan, perjuangan dan strategi,” ujar Asita saat ditemui dirumahnya pasca pelantikan bersama 40 anggota legislatif, Senin (19/8).

Mengawali karir politik sejak tahun 1986, Asita kerapkali aktif di PKK, lingkungan dan juga organisasi Kosgoro serta menjadi anggota IWAPI Kabupaten Tanggamus pada saat itu. Ia juga aktif terlibat organisasi yang konsen untuk perempuan. Meskipun keinginan menjadi politik tidak serta merta datang pada dirinya. Tetapi juga datang dari dukungan keluarga, suami dan juga anak-anak.

“Kita memang sangat konsisten di masalah perempuan, karena perempuan adalah makhluk yang diberikan sesuatu kelebihan yang luar biasa. Untuk itu perlu kita bersatu untuk memberikan sesuatu pelatihan yang berdaya saing, punya ekonomi tapi tidak perlu meninggalkan rumah. Karena sejatinya perempuan boleh bekerja tapi tidak boleh meninggalkan kewajiban sebagai seorang istri dan seorang ibu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terketuk Hati Nurani, Ade Setiawan Ketua IWO Tulang Bawang Turut Aksi Penggalangan Dana Dijalanan

Asita sangat bersyukur sekali masyarakat Pringsewu masih memberikan amanah dipundaknya. Menurut kader partai pohon beringin tersebut, untuk berhasil merebut hati masyarakat tidak perlu strategi yang ribet.

“Kita itu harus tulus melayani rakyat. Karena masyarakat itu tau lho mana yang pura-pura mana yang tidak. Semua harus kita perlakukan dengan baik, kita hormati dengan selayaknya. Pokoknya menjadi wakil rakyat ini harus low profile, ngga perlu dibuat-buat. Natural aja,” bebernya.

Meskipun masih banyak program yang belum tuntas. Asita berharap kiinerjanya kedepan bisa maksimal dan program-program yang ada bisa dinikmati masyarakat yang membutuhkan.

“Masih banyak PR tentang BPJS, bedah rumah, kesejahteraan dan penerima PKH.
Itu banyak sekali. Kita ingin bahwa program ini masyarakat bisa menikmati. Karena ini banyak program yang tidak tersampaikan kepada orang yang membutuhkan,” lanjutnya.

Baca Juga :  3 Tim Monitoring UNBK Turun Langsung ke Sejumlah Sekolahan di Kota Metro

Kedepannya, Asita beserta rekan-rekan anggota legislatif yang ada di komisi 4 ini punya rencana, ingin menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu bisa menjadi tujuan berobat dari kabupaten tetangga.

“Apalagi sekarang statusnya sudah BLUD, supaya rumah sakit daerah menjadi icon Kabupaten Pringsewu. Jangan sampe RSUD Pringsewu kita ini ditinggalkan pasien karena kekurangan dokter spesialis,” harapnya.

Selain itu ia juga berharap selama lima tahun kedepan PAD Pringsewu bisa ditingkatkan dari sektor pariwisata. Serta membangun mindset masyarakat yang bisa ini inovatif.

“Harapan kedepannya Pringsewu lebih maju. Karena Kabupeten Pringsewu ini menjadi salah satu daerah kunjungan bagi anggota legislatif dan juga dinas-dinas untuk kunjungan kerja. Apalagi sebentar lagi Bendungan juga jadi, kita harus mulai berbenah dari segala sektor. Artinya kita harus punya konsep saling mendukung antara satu dengan yang lain. Antara program satu dengan lainnya bersinergi,” pungkasnya. (BM)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *