Gemalampung.com | Fakta, Akurat Dan Terpercay ta

TANGGAMUS | Program Bantuan Operasional Sekolah ( BOS) oleh pemerintah ditunjukan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan. Misalnya, pembangunan gedung sekolah dan beberapa sarana penunjang lainnya.

Fasilitas pendidikan, diakui atau tidak adalah merupakan sarana penting untuk menunjang kualitas pendidikan, sarana infrastruktur pendidikan yang baik akan memudahkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman orang atas suatu bidang pembelajaran.

Akan tetapi masih ada saja terdapat tempat pendidikan mulai dari Sekolah Dasa (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai di tingkat Sekolaj Menengah Atas (SMA) yang memanfaatkan serta melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan aturan atau melakukan perbuatan melawan hukum.

Salah satunya seperti yang terjadi di SD Negeri 2 Kedaloman Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus diduga melakukan pungutan liar (Pungli) dengan meminta tiap siswa sebesar Rp75.000 yang dipergunakan untuk renovasi WC/Toilet sekolahan.

Baca Juga :  IMRON TARA (CALEG DPRD TANGGAMUS) : PEMILIH CERDAS TIDAK MENJADI GOLPUT

Menurut keterangan IN salah satu wali murid SDN 2 Kedaloman kepada media ini, Selasa (23/8/22) mengatakan bahwa merasa keberatan, walaupun permintaan tersebut hasil dari musyawarah antara komite dengan wali murid di tahun 2021 lalu, akan tetapi sudah berjala hingga sekarang sampai kembali pihak sekolah keluarkan surat edaran untuk pelunasan iuran tersebut belum ada renovasi WC yang dimaksud.

“Kami sangat kecewa dengan pihak kepala sekolah, dengan adanya surat edaran yang disampakan ke kami, karena sudah dua tahun ini pihak kepala sekolah mengadakan rapat komite dengan kami selaku wali murid, tapi hingga saat ini tidak pernah ada pembangunan atau rehab WC tersebut,mungkin ini cuma modusnya saja,” keluhnya.

Baca Juga :  Ulas Polemik Proyek Tugu Simpang Penawar , Dinas PU Tuba Malah tak Hadiri Acara Talkshow D'GAS

Terpisah, Itawati Kepala SDN 2 Kedaloman saat dikonfirmasi berkilah bahwa hal tersebut bukan iuran atau sumbangan, akan tetapi hasil dari rapat komite sekolah untuk meminta infaq terhadap wali murid. Bahkan ia juga mengaku jika program tersebut hanya melanjutkan dari kepala sekolah yang sebelumnya.

“Saya baru masuk bulan Juli Tahun 2022 kemarin, itu saya melanjutkan program kepala sekolah yang sebelumnya, itu bukan sumbangan tetapi infaq untuk membuat WC khusus untuk gurunya, kalau WC untuk anak-anak kan sudah ada dua,” tepisnya.

Editor : (Redaksi)

 408 total views,  2 views today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here