Kamis, Mei 23, 2024
Bandar LampungBERITA TERKINILAMPUNG

Suluk Lesbumi PWNU Lampung, Angkat Tema “Dibalik Topeng Kemuliaan”

Gemalampung.com | Fakta,Akurat Dan Terpercaya

BANDAR LAMPUNG | Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LESBUMI PWNU) Lampung, kembali gelar Suluk Lesbumi Lampung, dan rutinan dua lapanan, sarasehan budaya yang mengangkat tema ” Dibalik Topeng Kemuliaan”, dengan menghadirkan Dalang Ki Sayid Hamzah sekaligus sebagai Ketua Lesbumi PCNU Mesuji, pusat acara bertempat di Pondok Pesantren Al-Mutaqien, Kemiling, Bandar Lampung, Sabtu malam (28/9/2019).

Keterangan Foto : Foto bersama Pengurus Lesbumi PWNU Lampung

Nampak hadir dalam acara gelaran tersebut, Ketua Lesbumi PWNU Lampung, Dr. H. Musthopa Wagianto, S.H.,M.H., Sekretaris Lesbumi PWNU, Dr. (Can) Khoirul Anwar, M.Pd.I, Anggota DPRD Mesuji, Agus Munawar, M.Pd., Aktifis IPPNU Pringsewu, Dyah Kurnia Safitri, Aktivis Ansor Rawa Jitu Utara, Mesuji, Mahasiswa Pascasarjana S3 & S2 UIN RI Lampung, Mahasiswa KMNU UNILA, dan tamu undangan, Seniman & Budayakan Lesbumi PCNU & PWNU se-Lampung.

Baca Juga :  Cegah Kriminalitas C3, Polres Way Kanan Rutin Patroli KRYD di Jalinsum

Dikatakan Sekretaris Lesbumi PWNU Lampung, (Can) Khoirul Anwar, M.Pd.I., bahwa kegiatan tersebut rutin diadakan, selain menampilkan pertunjukan Wayangan Dalang Wesang Geni, Ki Sayid Hamzah, juga dua lapanan ben.

“Tema yang diangkat dalam Sarasehan Budaya Suluk Lesbumi PWNU Lampung Adalah “Dibalik Topeng Kemuliaan”, dengan memberikan refleksi Indonesia menjadi bangsa yang “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, Toto Tentrem Kerso Raharjo”, artinya Indonesia menjadi Damai, Aman, Tentram, dan Sejahtera, Baldatun Toyyibatun Warrabun Ghofur,” kata Khoirul Anwar.

Baca Juga :  Kejaksaan Negeri Pringsewu gelar Sosialisasi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

Kemudian Khoirul Anwar menyampaikan sedikit kutipan dari edisi 28 September 2019 tentang gambaran selintas dari apa yang tersembunyi “Dibalik Topeng Kemuliaan”.

“Bahwa sebagian masyarakat indonesia sudah lazim menerima bermacam-macam tipu muslihat dan kepalsuan, dari zaman kerajaan, penjajahan, kemerdekaan, fase orde lama, orde baru dan reformasi, akan tetapi masyarakat indonesia adalah orang-orang yang tangguh, berdaulat dan tidak peduli siapa yang jadi pemimpinnya, toh masyarakat telah mampu menyiasati hidupnya seperti apa adanya,” kutip Khoirul.(red)

Loading

Bagaimana tanggapan anda?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *